Unduh Aplikasi Guru Binar
Kurikulum Merdeka
Author : Fajar Tri
Editor :

Mata Pelajaran yang Ada di Kurikulum Merdeka Belajar Tingkat SMA


Tujuan utama hadirnya kurikulum merdeka yaitu untuk memberi kebebasan yang seluas-luasnya untuk para peserta didik dalam memilih materi pembelajaran. Menggunakan kurikulum merdeka maka siswa akan memiliki banyak waktu untuk mendalami konsep serta memperkuat kompetensinya di bidang mata pelajaran yang telah dipilihnya. 


Selain itu guru juga akan jauh lebih leluasa dalam menentukan metode dan perangkat belajar ketika proses mengajar. Jadi bisa disimpulkan kurikulum merdeka akan memberi kebebasan bukan hanya kepada peserta didik saja akan tetapi juga untuk guru-guru. 


Mata Pelajaran Kurikulum 2022

Kurikulum 2022 merupakan kurikulum prototype yang menjadi bentuk transformasi pembelajaran untuk memberi banyak ruang terhadap pengembangan karakter dan juga kompetensi sosial karena siswa diberi kesempatan untuk menekuni bidang yang diminatinya secara lebih baik karena tidak ada penjurusan lagi. 


Apabila kebijakan dari kurikulum 2022 sudah berlangsung, siswa kelas 11 dan siswa kelas 12 sudah bisa memilih sendiri mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya. Selain itu ketersediaan jumlah mata pelajaran juga dapat disesuaikan dengan sumber daya yang ada pada setiap satuan pendidikan. 


Saat memasuki kelas 10 peserta didik akan diajari tentang mata pelajaran yang masih sama dengan mata pelajaran di SMP yaitu PKN, pendidikan agama, bahasa Indonesia, IPA, IPS, matematika, penjaskes dan bahasa Inggris. Selain itu ada juga mata pelajaran pilihan seperti seni dan prakarya, pelajaran Informatika dan muatan lokal. 


Sedangkan untuk kelas 11 dan 12 mata pelajarannya dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok mata pelajaran umum IPS, MIPA, budaya, bahasa, serta kelompok vokasi dan prakarya. 


Struktur Kurikulum Merdeka Belajar

Kurikulum merdeka belajar akan lebih fokus pada pembelajaran intrakurikuler. Oleh sebab itu para peserta didik bisa memilih mata pelajaran kurikulum merdeka yang paling sesuai minat dan kompetensi dengan harapan untuk memaksimalkan proses pembelajaran baik pembelajaran di sekolah maupun pembelajaran di rumah. 


Secara garis besar dalam kurikulum merdeka belajar terdapat tiga tipe pembelajaran yaitu:

  • Pembelajaran Intrakurikuler

Pembelajaran intrakurikuler yang memungkinkan guru untuk bebas menentukan perangkat ajar yang sesuai dengan kompetensi peserta didiknya. 

  • Pembelajaran Kokurikuler 

Berikutnya pembelajaran kokurikuler yakni pembelajaran yang lebih fokus pada penguatan profil pelajar Pancasila untuk mengembangkan karakter para peserta didik

  • Pembelajaran Ekstrakurikuler

Untuk yang terakhir mungkin sudah tidak terlalu asing karena pembelajaran ekstrakurikuler merupakan mata pelajaran tambahan yang dapat dipilih sesuai dengan bakat dan minat peserta didik

Dalam implementasi pembelajaran tersebut maka akan memuat tiga tahapan yakni asesmen diagnostic, perencanaan serta terakhir adalah proses pembelajaran. 

Struktur Kurikulum Merdeka Belajar di SMA

Di tingkat SMA struktur kurikulum merdeka belajar terbagi menjadi dua fase yakni fase E untuk tingkatan kelas 10 dan fase F untuk tingkatan kelas 11 dan 12. Sedangkan tipe pembelajarannya ada dua yaitu pembelajaran intrakurikuler dan juga pembelajaran kokurikuler. Untuk alokasi waktunya 30% dari keseluruhan jam pelajaran setahun. 

  • Fase E

Mata pelajaran IPA yang mencakup kimia, fisika, dan biologi tidak lagi dipisah per mapel akan tetapi terintegrasi sebagai mapel IPA. Hal yang sama juga berlaku pada mapel IPS sehingga pihak sekolah diberi pilihan akan menggunakan pendekatan mana yang dirasa tepat dalam mengorganisasikan mapel tersebut. 


Untuk pendekatan yang dipilih adalah seperti berikut ini:

  1. Integrasi antara pembelajaran IPS dan IPA

  2. Pembelajaran IPS dan IPA dilaksanakan secara bergantian dalam waktu yang terpisah

  3. Pembelajaran IPS dan IPA dilaksanakan secara paralel dengan cara memisahkan setiap mata pelajaran. Saat memilih yang tipe ketiga maka guru harus menyusun pembelajaran inkuiri yang dapat mengintegrasikan mata pelajaran IPS dan mata pelajaran IPA. 

  • Fase F


Pada fase F terbagi menjadi 5 kelompok mata pelajaran yaitu:

  1. Mata pelajaran umum yang wajib diikuti oleh semua siswa

  2. Pada mata pelajaran MIPA setiap sekolah wajib menyediakan paling sedikit 3 mapel di kelompok ini

  3. Kelompok mata pelajaran IPS yang terdiri dari antropologi, ekonomi, sosiologi dan geografi. Setiap sekolah wajib menyediakan paling sedikit 3 mapel di kelompok ini. 

  4. Kelompok mata pelajaran budaya dan bahasa yang sifatnya pilihan artinya sekolah diberi kesempatan untuk menyediakan kelompok belajar jenis ini atau tidak menyediakan tergantung dari SDM yang ada di sekolah. 

  5. Kelompok terakhir yaitu prakarya dan vokasi yang merupakan mata pelajaran dengan sifat pilihan sehingga pengadaannya sangat bergantung pada ketersediaan yang SDM yang ada di sekolah. 

Mapel Vokasi di SMA

Mata pelajaran vokasi adalah mapel yang fokus pada penguasaan keahlian tertentu. Menurut sebuah penelitian, jumlah seluruh siswa SMA yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi hanya sebesar 38% saja dari total keseluruhan. 


Oleh karena itu sebuah satuan pendidikan harus mampu menyiapkan peserta didik yang memiliki keterampilan dan juga kemampuan untuk bekerja saat mereka tidak bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. 


Salah satu mata pelajaran vokasi yang saat ini memiliki peluang besar di dunia kerja yaitu pendidikan di bidang industri kreatif. Industri kreatif merupakan bidang pekerjaan yang mengandalkan talenta kreativitas dan juga keterampilan. Perkembangan industri kreatif semakin hari semakin bagus karena ditunjang dengan era digitalisasi. 

Sumber dan referensi :

Postingan Terkait

Bagikan:

Seluruh materi yang terkandung dalam website ini dilindungi oleh Hak Cipta, dan tidak dapat diproduksi ulang, dipublikasi kembali, didistribusikan kembali, dikirimkan, ditampilkan, disebarluaskan atau dipergunakan dengan cara apapun tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak Guru Binar.
Nama dan logo dari Guru binar serta hal-hal lain terkait merek, nama usaha dan hak kekayaan intelektual lainnya merupakan milik Guru binar dan tidak dapat digunakan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Guru Binar. Sebagai catatan, beberapa konten yang tertera dalam website ini mungkin tunduk pada ketentuan hak cipta pihak ketiga lainnya.
Seluruh data dan informasi yang diberikan oleh pengguna/peserta hanya akan digunakan untuk kepentingan pelaksanaan program Guru Binar atau terkait dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Guru Binar, dan tidak akan disebarluaskan, dialihkan, diberikan kepada pihak lain, baik secara langsung ataupun tidak langsung kepada pihak manapun tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pemilik data dan informasi, kecuali jika dibutuhkan untuk urusan proses hukum yang berlaku di wilayah Negara Republik Indonesia. Guru Binar akan melakukan upaya optimal untuk memastikan keamanan dan kerahasiaan data yang diberikan.