Unduh Aplikasi Guru Binar
Kurikulum Merdeka
Author : Fajar Tri
Editor : Fajar Tri

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka: Komponen Pembentuk Hingga Strategi Untuk Mewujudkannya

Dalam kegiatan belajar mengajar, tentu terdapat capaian pembelajaran kurikulum yang harus dipenuhi oleh siswa, guru dan sekolah. Capaian pembelajaran siswa ialah kompetensi minimum yang harus dilewati oleh setiap siswa dalam setiap mata pelajaran. Simak penjelasan berikut ini untuk informasi lebih lengkap. 

Capaian pembelajaran kurikulum merdeka ialah pembaruan dari Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang dirancang untuk menguatkan fokus pembelajaran terhadap pengembangan kompetensi. Dalam K13 dan kurikulum nasional yang terdahulu lainnya ditujukan untuk kompetensi dan dilanjutkan pada kurikulum ini. 

Capaian pembelajaran setiap peserta didik tentu berbeda sesuai dengan jenjangnya. Yaitu mulai dari PAUD, pendidikan dasar, menengah pertama, dan menengah atas. 

Komponen Pembentuk Kurikulum Merdeka 

Terdapat beberapa komponen yang membentuk kurikulum merdeka. Komponen tersebut harus dipahami agar kegiatan proses belajar mengajar bisa berjalan secara optimal. Berikut beberapa komponen pembentuk kurikulum merdeka, antara lain: 

1. Capaian Pembelajaran 

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa dalam kegiatan pembelajaran tentu ada capaian yang harus dicapai oleh siswa. Dalam kurikulum merdeka, capaian ini disebut dengan capaian pembelajaran yang berisi kompetensi serta lingkup materi yang disusun secara komprehensif berbentuk narasi. 

2. Tujuan Pembelajaran 

Tujuan pembelajaran dalam kurikulum ini yaitu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa. Tujuan ini bisa dilaksanakan pada satu atau lebih kegiatan. 

3. Alur Tujuan Pembelajaran 

Merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun sistematis dan logis. Selain itu juga didesain sesuai dengan urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir fase. 

Mengenal Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka 

Capaian pembelajaran kurikulum merdeka merupakan keterampilan belajar yang dimiliki oleh siswa dan harus diselesaikan setiap tahap. Kurikulum ini dicanangkan untuk mengatur kegiatan pembelajaran di sekolah yang bersifat student centered learning atau berpusat pada siswa. 


Kurikulum ini mengatur pembelajaran sesuai dengan minat dan bakat anak dinilai lebih fleksibel dan berkonsentrasi untuk mengembangkan kemampuan atau kompetensi siswa. Isi capaian pembelajaran kurikulum merdeka yaitu kumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun komprehensif berbentuk narasi. 

Strategi yang digunakan untuk mencapai capaian pembelajaran ialah mengurangi cakupan materi dan mengubah tata cara penyusunan yang lebih fleksibel. Dengan demikian siswa tidak akan merasa tertekan untuk mencapai pembelajaran tersebut. 

Strategi Untuk Mencapai Capaian Pembelajaran

Dalam prosesnya tentu kurikulum merdeka memiliki strategi untuk bisa mencapai capaian pembelajaran kurikulum. Berikut ulasannya. 

1. Pengurangan Konten 

Salah satu karakteristik dari kurikulum merdeka ialah fokus terhadap materi esensial seperti literasi dan numerasi. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum ini lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas. 

Selain itu juga berhubungan dengan capaian pembelajaran siswa. Konsekuensi dari pembelajaran kurikulum merdeka ialah berorientasi pada kompetensi sehingga perlu adanya pengurangan materi pelajaran atau pokok bahasa. 

Dengan adanya pengurangan konten, maka guru tidak akan mengajar dengan terburu-buru. Selain itu juga bisa menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Apabila guru menyampaikan pembelajaran secara terburu-buru maka siswa tidak akan memiliki waktu yang cukup untuk memahami konsep secara mendalam. 

Padahal hal tersebut sangat penting untuk menguatkan fondasi kompetensi siswa. Materi pembelajaran yang terlalu padat mampu membuat siswa kehilangan kesempatan untuk mengeksplor pengetahuannya dan mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih baik. 

2. Pembelajaran Konstruktivisme 

Untuk bisa mencapai capaian pembelajaran kurikulum merdeka, maka kegiatan dilakukan secara konstruktivisme. Pembelajaran konstruktivisme ialah kegiatan pembelajaran yang mengutamakan perkembangan logika serta konseptual pembelajar. 

Melalui teori ini maka siswa bisa membuat maupun menciptakan suatu karya dan membangun suatu hal yang sudah dipelajari. Teori belajar ini memiliki tujuan seperti membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran secara lebih mendalam. 

Selain itu juga mengasah kemampuan dalam bertanya dan mencari solusi serta memahami konsep secara komprehensif sehingga mampu menjadi pemikir aktif. Pengetahuan bukan kumpulan fakta, konsep, maupun kaidah yang harus diingat. Namun merupakan proses dalam memahami atau mengkonstruksi pengetahuan melalui pengalaman nyata. 

Pada kurikulum ini, pemahaman siswa tidak bersifat statis namun dinamis. Pemahaman siswa berevolusi secara konstan selama siswa tidak bisa mengkonstruksikan pengalaman baru yang memodifikasi pemahaman sebelumnya. 

Agar bisa memiliki pemahaman ini maka sekolah dan harus harus mampu menciptakan suasana belajar yang berpusat pada siswa. Tidak hanya memberikan siswa informasi yang kurang bermakna atau sekedar dihafalkan saja. 

Melalui pembelajaran ini, maka capaian pembelajaran yang mengutamakan kompetensi bisa dicapai tanpa mengikat konteks serta konten pembelajaran. Dengan demikian diharapkan pihak sekolah dan tenaga pendidik bisa mengembangkan pembelajaran ini sesuai dengan konteks sekolah, perkembangan, minat dan bakat siswa. 

Agar lebih siap dalam menghadapi kurikulum merdeka dan siswa mampu mencapai capaian pembelajaran kurikulum, guru harus bisa beradaptasi dengan perubahan dan terus belajar. Salah satu bentuk belajar yang bisa dilakukan ialah mengikuti pelatihan guru yang didesain untuk meningkatkan kompetensi mengajar guru.

Capaian pembelajaran kurikulum merdeka tidak bisa diraih apabila tidak menerapkan strategi yang tepat. Baik sekolah maupun tenaga pendidik harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang terpusat pada siswa sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini karena siswa diajarkan untuk mampu memahami setiap materi yang diajarkan dengan lebih mendalam. 


Sumber dan referensi :

Seluruh materi yang terkandung dalam website ini dilindungi oleh Hak Cipta, dan tidak dapat diproduksi ulang, dipublikasi kembali, didistribusikan kembali, dikirimkan, ditampilkan, disebarluaskan atau dipergunakan dengan cara apapun tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak Guru Binar.
Nama dan logo dari Guru binar serta hal-hal lain terkait merek, nama usaha dan hak kekayaan intelektual lainnya merupakan milik Guru binar dan tidak dapat digunakan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Guru Binar. Sebagai catatan, beberapa konten yang tertera dalam website ini mungkin tunduk pada ketentuan hak cipta pihak ketiga lainnya.