Unduh Aplikasi Guru Binar
Kurikulum Merdeka
Author : Rahmawati Suwarman Putri, S.Pd.
Editor :

Diferensiasi, Optimalkan Ragam Potensi Murid Menghadapi Tantangan

Belakangan ini implementasi Kurikulum Merdeka menjadi topic yang menarik untuk dibicarakan para guru. Selain merupakan hal yang baru di dunia pendidikan, kurikulum merdeka juga menjadi buah bibir para guru terkait dengan cara mengimplementasikannya dalam kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing. Adapun berbagai istilah yang sering terdengar dalam perbincangan antar guru terkait kurikulum merdeka yakni Pembelajaran Diferensiasi.

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang mengakomodasi semua perbedaan murid, terbuka dan memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan setiap individu. Jadi begitu indahnya ketika guru mampu mengakomodir berbagai bentuk keberagaman dan berusaha memberikan yang terbaik sesuai keberagaman setiap individu. Kegiatan pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan.

Dalam kurikulum Merdeka yang saat ini tengah dipraktekkan dalam setiap lini pendidikan mulai menerapkan berbagai bentuk diferensiasi seperti diferensiasi proses, diferensiasi konten dan diferensiasi produk. Mengingat zaman yang semakin maju membuat guru harus senantiasa mengembangkan kompetensinya sebagai guru. Agar semakin update dalam implementasi berbagai model pembelajaran untuk murid.

Tujuan pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan tingkat kesiapan belajar adalah untuk memodifikasi tingkat kesulitan pada bahan pembelajaran. Sehingga dipastikan murid terpenuhi kebutuhan belajarnya.

Dengan metode kreatif, pembelajaran dapat berorientasi pada masa depan berkelanjutan. Caranya, guru mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, seperti menanamkan kebiasaan murid untuk hemat listrik dan air. Hal ini untuk menumbuhkan tanggung jawab murid dan memupuk kebiasaan baik sejak dini. Sementara dalam perspektif murid, keterampilan murid sangat menentukan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pendekatan gaya belajar juga tidak kalah penting dengan mengetahui cara yang paling mereka sukai untuk memahami materi pelajaran.

Secara historis, guru selalu dapat mengetahui kapan murid perlu dimotivasi selama proses belajar. Sehingga proses belajar akan semakin menyenangkan, arus komunikasi lebih lancar, dapat menurunkan kecemasan murid, meningkatkan kreativitas serta aktivitas belajar. Pembelajaran hendaknya mampu memotivasi murid untuk terus berkembang. Baik dari segi ilmu pengetahuan, karakter maupun keterampilannya. Hal ini berarti peran guru sebagai pendidik sudah selayaknya mampu menarik minat. Meningkatkan hasrat ingin tahu murid terhadap materi yang disajikan. Guru hendaknya mendorong dan membantu murid mencapai tujuan belajarnya sendiri.

Pembelajaran diferensiasi dirancang dengan membedakan isi, proses, dan produk berdasarkan perbedaan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid. Dalam menerapkan pembelajaran diferensiasi, guru akan memulai mengajar berdasarkan kebutuhan, kesiapan murid, minat dan kemudian menggunakan banyak model mengajar dan penataan instruksional untuk memastikan bahwa murid meraih prestasinya. (Arends, 2008:123) Pembelajaran berdiferensiasi sangat berkaitan dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara. Guru harus dapat menuntun murid berkembang sesuai dengan kodratnya, kemerdekaan pikiran dan menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid. Selain itu pembelajaran diferensiasi mampu merespon kebutuhan belajar murid, mengembangkan keterampilan pembelajaran, memperluas rutinitas dan keterampilan pembelajaran, membantu murid menjadi pelajar mandiri. Sehingga meningkatkan motivasi dan hasil belajar murid.

Langkah pembelajaran diferensiasi yaitu: (1)merencanakan kelas berdiferensiasi,(2) mendiagnosa kesiapan belajar murid, (3) mengatur kelas dengan mempertimbangkan bakat dan potensi anak, (4) menilai murid setiap saat yang merupakan bagian terpadu dalam pembelajaran, (5) mengkolaborasikan peran guru dan murid, guru menjadi fasilitator dan pembimbing, sedangkan murid menjadi pelajar aktif dalam proses belajar di kelas. Murid membuat pilihan berdasarkan minat dan pilihan belajar mereka, belajar sendiri, saling menjadi tutor sebaya dengan temannya, dan bekerja dalam varian kelompok dan (6)menyiapkan lingkungan belajar yang memiliki banyak ragam aktivitas belajar dan ragam situasi pengelompokan belajar.

Faktor pendukung utama untuk optimalisasi kelas berdiferensiasi meliputi: (1)buku dan bahan cetak lain yang dibutuhkan, (2) perpustakaan sebagai pusat belajar dengan sumber belajar yang variatif yang mendukung keragaman karakter, kesiapan, minat dan gaya belajar murid yang berbeda, (3) alat peraga dan perlengkapan pembelajaran yang berhubungan dengan pembelajaran berdiferensiasi, seperti kotak saran, meja portable, (4) mini-lab dengan computer dan printer di kelas, (5) jadwal untuk bertemu dan berkolaborasi antar mata pelajaran, topik dengan beda usia atau tingkatan kelompok, (6)tim penilai yang dibentuk untuk bekerjasama dan berkolaborasi dalam memberikan pendampingan pada murid dan juga evaluasi, (7) peran wali kelas untuk bertemu dan bekerjasama dengan guru spesialis mata pelajaran, dan (8)pengaturan pertemuan harian, penggunaan fasilitas dan ruang serta alokasi pemanfaatan sumber belajar.


Sumber dan referensi :

Postingan Terkait

Bagikan:

Seluruh materi yang terkandung dalam website ini dilindungi oleh Hak Cipta, dan tidak dapat diproduksi ulang, dipublikasi kembali, didistribusikan kembali, dikirimkan, ditampilkan, disebarluaskan atau dipergunakan dengan cara apapun tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak Guru Binar.
Nama dan logo dari Guru binar serta hal-hal lain terkait merek, nama usaha dan hak kekayaan intelektual lainnya merupakan milik Guru binar dan tidak dapat digunakan tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Guru Binar. Sebagai catatan, beberapa konten yang tertera dalam website ini mungkin tunduk pada ketentuan hak cipta pihak ketiga lainnya.
Seluruh data dan informasi yang diberikan oleh pengguna/peserta hanya akan digunakan untuk kepentingan pelaksanaan program Guru Binar atau terkait dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Guru Binar, dan tidak akan disebarluaskan, dialihkan, diberikan kepada pihak lain, baik secara langsung ataupun tidak langsung kepada pihak manapun tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pemilik data dan informasi, kecuali jika dibutuhkan untuk urusan proses hukum yang berlaku di wilayah Negara Republik Indonesia. Guru Binar akan melakukan upaya optimal untuk memastikan keamanan dan kerahasiaan data yang diberikan.